Da'i dan Hakikat Dakwah

 Menjadi seroang Da'i sebenarnya adalah konsekuensi yang harus di tanggung setiap muslim kesalahan berfikir bahwa Da'i adalah tugas yang di embang bagi kalangan tertentu saja itu adalah ketidaktepatan seorang muslim dalam berfikir 

Berdakwah bisa dilakukan oleh siapapun dan dimanapun seperti itu kurang lebih hakikat dakwah yang sederhana, pengklasifikasian dakwah selalu dikaitkan dengan tafsiran sempit sehingga kemunduran dalam islam sering terjadi hal ini terjadi akibat dari kurang tepatnya muslimin dalam menerjemahkan Al-qur'an dan A sunnah rasulullah saw. 

Bahwa apa yang dilakukan Nabi dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali itu adalah dakwah, berdagang bersosialisasi bersiyasah beribadah dan banyak hal lain yang sudah di contohkan Rasulullah saw adalah refleksi dari Hakikat dakwah itu sendiri. 

Kita sering mengaitkan dan akan kita terbentur pada pemahaman bahwa dakwah harus di lakukan di mimbar masjid majlis taklim pesantren dan hal lain yang sifat nya berbau Agama, tetapi kita lupa bahwa setiap prilaku dan kebiasaan seorang muslim adalah dakwah entah itu transaksi jual beli mengajar belajar bersosialisasi itu semua adalah bagian dari unsur-unsur hakikat dakwah, 

Bahwa setiap muslim mempunyai kewajiban untuk berdakwah yang sudah di contohkan oleh Rasulullah entah dia miskin atau kaya tampan atau kurang tampan mampu atau belum mampu ketika seseorang sudah fi labeli Muslim maka jatuhlah konsekuensi dakwah pada dirinya. 

Apalagi di era digital seperti saat ini dimana dunia semakin modern tantangan dakwah dan ruang lingkup dakwah semakin luas ini seharnya menjadi sebuah kesadaran universal bagi semua muslim. 

Tentunya berdakwah yang sesuai dengan Al-qur'an dan A-sunnah yang di contohkan Rasulullah saw dan Para alim Ulama dan tidak bertentangan dengan Hukum Negara yang bisa di terima setiap kalangan masyarakat mau itu muslim ataupun non muslim. 

Komentar