Filsafat Dakwah sebagai Metode berfikir Kritis seorang Da'i



 "Filsafat Dakwah sebagai Metode berfikir Kritis seorang Da'i"

Islam adalah agama yang membawa pesan pesan keindahan berisikan informasi mengenai kehidupan serta menjadi jawaban dari banyak persoalan, banyak kata pujian yang bisa di sematkan pada Agama Islam sebagaimana Islam yang dibawakan oleh Nabi Muhammad saw beliau menjadi teladan bagi umat manusia untuk menjalani kehidupan yang hanya sementara ini, memberikan contoh yang baik untuk ditiru dalam semua aspek kehidupan manusia Rasulullah Saw mengajarkan pada kita suatu metode dakwah yang sangat universal dan bisa diterima semua makhluk dan keberhasilan metode dakwah nya ini pun diakui oleh setiap kalangan masyarakat dari setiap zaman nya bahkan sampai detik ini, bila kita kaji dalam perspektif ilmu politik proses kaderisasi dan pengorganisasian Rasulullah Saw bisa menjadi bahan uji materi lapangan yang sangat menarik dan itupun seringkali dijadikan acuan dalam melakukan pengorganisiran dan pengkaderisasian. 

Kita selaku umat Islam terkadang sering lupa atau bahkan melewatkan banyak proses yang sudah di ajarkan oleh baginda Rasulullah Saw dalam berdakwnya , salah satu hal yang sering dilupakan oleh seorang pendakwah adalah acap kali mereka tidak berfikir kritis dan berfikir kolot. Berpatok pada hal yang seperti nya absolut padahal tidak sekali sehingga melahirkan pemikiran yang konservatif,  yang menjadikan salah satu faktor kemunduran berfikir dalam tubuh umat islam. Allah swt seringkali mengingatkan kita lewat baginda Rasulullah saw bahwa manusia harus menggunakan akal nya dalam menterjemahkan Firman dan sabda Nabi Saw, atau dalam bahasa kita sekarang adalah seorang da'i wajib untuk berfikir kritis dalam menjawab persoalan umat disetiap zaman nya. 

Hal ini juga bukannya tidak disadari oleh para pakar dan ulama islam, Para ulama terdahulu pun seiring perkembangan zaman selalu mengembangkan pola dan metode dakwah islam agar bisa diterima oleh masyarakat di tempatnya masing-masing. Hari ini kita selaku penerus peradaban dengan persoalan yang dihadapi harus mampu menjawab apa yang menjadi kebutuhan umat, hal itu tidak bisa kita lakukan tanpa mempunyai dasar ilmu tentang kemasyarakatan dan dasar ilmu mengenai islam, tentunya kerangka berfikir yang harus dibentuk juga harus bersifat kritis agar dalam pelaksanaan mewujudkan Islam rahmatan lil alamin bisa terwujud.
 
Untuk itulah Filsafat dakwah sebagai cabang dari Filsafar ilmu dalam perfektif islam bisa dijadikan satu media berfikir kritis dalam khazanah keislaman untuk kemajuan dan keselamatan semua umat, memang sudah menjadi rahasia umum bahwa Rasulullah tidak mengajarkan secara langsung untuk umat nya mengenain berfilsafat namun hal ini di jelaskan dalam al-qur'an surah al-alaq : 1-5 bagaimana manusia dipererintah dalam bahasa kiasan untuk berfikir. Filsafat adalah satu kata lain dari Berfikir yang artinya orang yang berfilsafat pasti berfikir tetapi orang yang berfikir belum tentu bisa dikatakan dia berfilsafat. 
Banyak dari Kalangan Para Ulama menyerukan pengikutnya untuk menjauhi Filsafat bahkan melabeli filsafat dengan status Haram dan Musyrik, dan itupun bukan tanpa alasan yang jelas para ulama itu mengkhawatirkan umat atau pengikutnya menjadi tersesat karena filsafat pada zaman nya. Berbeda dulu dengan sekarang filsafat justru dibutuhkan oleh umat islam untuk membentuk pemikiran dan pemahaman yang lebih jauh lagi mengenai islam, filsafat mampu menjawab pertanyaan mendasar mengenai kehidupan seperti tujuan hidup, atau alasan kenapa kita diciptakan.

Karna sejatinya beriman tanpa berakal tidak bisa diterima begitupun sebaliknya berakal tanpa landasan keimanan itu sia sia, dalam hal ini dimasa modern, logis dan rasional masa dimana informasi berkembang dengan cepat dan sangat mudah di akses menjadi satu tantangan tersendiri bagi para da'i milineal untuk menjawab tantangan tersebut, Filsafat Dakwah mengajarkan kita mengenai bagaimana Rasulullah Saw dan Para Ulama sebagai pewarisnya para Nabi tentang dakwah itu adalah hal yang sangat Dinamis, bisa berubah pola bisa berubah bentuk dan bisa dikemas sesuai dengan kebutuhan umat tanpa menghilangkan esensi dakwah islam itu sendiri dan filsafat dakwah mengajarkan kita untuk berfikir secara kritis yang nantinya para da'i mampu menganalisis mengorganisir mengaitkan satu fenomena sosial dengan fenomena yang lain sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan yang bisa dijadikan sebuah metode atau pola untuk memulai proses dakwah yang betul betul orisinil menjawab kebingungan dan keresahan umat dan lebih tepatnya bermanfaat bagi kemaslahatan dan keselamatan umat di dunia maupun di akhirat . Wallahualam. 


Komentar